Puisi-puisi yang kutulis di buku ini berawal dari sebuah mimpi buruk. Tahun 2016, di tengah perjalanan pulang ke Surabaya, pukul 02.00 mimpi buruk itu mendatangiku: kantorku terkubur lumpur, lalu aku pergi ke sebuah kota tengah malam, di perjalanan itu kulihat orang-orang membongkar seluruh rel kereta api. Mimpi itu seperti firasat, dua tahun berselang, mimpi itu seakan menuju pintu kenyataan. …
Bila siap mencintai, berarti sudah siap menikahi. Itulah satu prinsip bahagia dalam mencintai ala Rasulullah SAW. Sebab tidak ada cara merayakan cinta, selain melalui jalan pernikahan yang sah dan halal. Di dalamnya tidak sekadar meluapkan perasaan, namun semua yang dilakukan sudah ditimbang dengan pahala dan keberkahan. Bukankah kita ingin berguru kepada Rasulullah SAW? Bila ingin, simaklah is…
Dalam kata pengantar untuk Paris yang Tak Berkesudahan, Hemingway menyatakan dengan santai bahwa "jika pembaca lebih suka, buku ini dapat dianggap sebagai fiksi"—dan, memang, fakta atau fiksi, tidak masalah, untuk memoarnya tentang Paris yang sama mempesona dengan apa pun yang pernah dibuatnya dan kini telah menjadi legenda. Berlatar Paris di tahun 20-an, Hemingway dan istri pertamanya, Hadle…